tak lebih dari sekedar nalar

Random Mixtape for Random Love Life #2

Senin, 21 Oktober 2013

Mixtape kali ini berisi musik musik pengiring perjalanan yang galau dan mendayu ndayu, saat kamu benar benar sendiri dan jalan keluar hanyalah memasang headset di kedua telinga. Memandangi orang yang berlalu lalang di dalam pikiran dan di depan mata. Tampak jelas namun tak pernah ada kejelasan. Kadang kau tertawa sendiri melihat betapa menyedihkannya waktu terbuang dengan percuma, memandangi lalu lalang. Menyembuhkan diri :')

1. Portishead - glory box
Sang legenda dari Bristol, kota yang sama tempat kelahiran Banksy. Aura musik dari Portishead ini terasa sangat gelap dan dingin.

 



2. American Football - stay home
Sebelum Owen ini adalah band dari Mike Kinsella, dengan lirik dilematis khas remaja, dan arasemen yang mantap. Ini lagu galau yang pas :)



3. Graveyard - blue soul





4.  The Saddest Landscape - desperate vespers






5. Bonus: Erasing Memories Mixtape
Ini adalah mixtape didalam mixtape haha, mixtape dari seaindie ini mungkin akan membantumu Erasing Memories atau malah sebaliknya :p. Download

Cover Art by Zeon Gomez


Baiklah, terima kasih :)

Kita tak pernah tau

Minggu, 20 Oktober 2013

     Hey, aku tak pernah mengerti bagaimana harus mensikapi hari esok dengan pasti. Seperti rasa takut saja yang pertama terasa bila aku sudah keluar dari jendela mimpi dan terbangun. Jam tak pernah salah menunjukkan waktu, dan sekarang waktunya menagih konsekwensi. Lihat betapa kacaunya aku dengan hal hal yang kubuat rumit sendiri, maaf aku hanya ingin melaukan yang terbaik. Ruh, tubuh, maaf aku selalu gagal dalam bersinergi. Aku pengecut, ya! aku selalu merasa kuat dalam gelembung persepsi yang kubangun satu persatu. Mulai terasa sepi disini, dingin dan pembicaraan ini kadang tak membuat tubuhku menghangat. Aku meracau, bermonolog dalam ruang stresku yang pengap, meyakinkan setiap orang jika aku bisa berjalan sendiri, tapi ternyata tidak. Aku tenggelam dalam ruang nyamanku. Dan sikap apakah yang seharusnya kuambil? terlalu sulit dimengerti, masalah pantas atau tidak itu membuat semua orang merasa repot memecah cangkang. Hey, aku yang selalu pesimis dengan tameng realistis ini sedang melakukan pertambaan dan pengurangan. Memaknai hidup, berpikir vertikal dan horizontal. meracau dihujani guguran mimpi dan senyawa masa lalu.
     Baiklah, kau dapat berbicara sekarang, tapi jangan tentang apa yang kau punya. Sebutkan saja apa yang bisa kau bagikan. Bukan seberapa banyak yang kau punya, tapi seberapa banyak yang bisa kau bagi. Kau bisa menyelami diriku sekarang, aku adalah lautan lepas. Kau tak perlu berpakaian, karena kau berkelana dengan ruh bukan tubuh. Selami dengan cara yang tak pernah kau lakukan sebelumnya. Perjalanan yang lebih dalam. Terasa mengenali personalmu yang lain. 

    Dan dari sekian pilihan dan hal yang kita jalani. kita tak pernah tau. Aliran sungai perjalana yang bermuara di tempat yang kita tak pernah tau, menyelam kedasar lautan yang gelap dan kita tak pernah tau. Bersedimen dalam kikisan jam pasir yang kita tak pernah tau. Ketakutan akan hari esok yang kita tak pernah tau, mimpi acak tentang ingatan yang datang setiap malam, pertemuan, perbubahan, kematian. Berspekulasi, manusia tak pernah tau.