tak lebih dari sekedar nalar

Flowers Never Bend With The Rainfall - Mixtape Penghujung Tahun

Sabtu, 27 Desember 2014

      Desember, bukankah kata yang melambangkan banyak hal?. Yang terakhir dari selusin, sebuah bendungan dari catatan memori, rapalan doa pengharapan akan perbaikan, revolusi, hujan, dingin, dikenang, terlupakan, dan berbagai macam momen personal ataupun komunal. Kali ini kami, maaf saya menggunakan kata "kami" karena dalam edisi kali ini saya tidak sendiri dalam menyusun konsep. Saya dibantu oleh sebuah amuba pink yang sering sakit gigi karena terlalu banyak memakan coklat dalam rangka meredam gelisah fluktuasi hari yang penuh kejutan. Rencana ini sudah kami canangkan sejak awal bulan, sejak hujan pertamakali turun dengan intensitas sahabat yang bertemu setelah sekian lama menghilang.
Tetapi apa boleh buat, kesibukan membuat kami terlena. Hari berlalu begitu cepat. Namun kami memetik banyak hal. Membangun sebuah ruang yang megah dari persepsi dan kalimat. Membayar dan menagih hutang. Semua kami lewati dengan waras dan sangat sadar. Bumi berputar demikian, hukum alam bekerja demikian, kamipun bertindak dengan selaras. Siasat yang kami bangun tidak lain hanya mengikuti hukum yang ada, dengan sedikit kreativitas tentunya. Maafkan kami yang kadang kurang ajar.

     Sebelum penghujung bulan tertutup, kami akan meminta izin menyatu dengan aura senjakala ini. Sebuah sesaji kami pikul dengan iseng saja. Tanpa mengurangi rasa hikmat.
Mixtape penutup tahun dari eksplorasi musikal slengekan kami. Pengalaman yang di kristalkan lewat lirik dan nada. Kumpulan lagu yang seingat kami berkaitan dengan proses, analogi, pengalaman akan hujan itu sendiri.
File .zip yang tak hanya berisi .mp3 namun juga .pdf yang berisi cerita personal kami terhadap apa itu hujan. Beberapa foto dan balutan desain grafis seadanya. Oh iya, mixtape ini dibuat tanpa seizin artist dan bersifat non profit. Selamat menikmati...

Salam, dari kami yang tak bisa menawarkan apapun selain penghargaan atas hidup :)

Life Cycle, the 21st

Jumat, 14 November 2014

     Ini adalah kali kedua aku menulis tentang sebuah momen perayaan, pertambahan, pengurangan, penanggalan, pengukuhan, dan entah kegiatan fluktuasi lainnya. Elemen elemen yang dipadukan dalam sebuah toples besar realitas. Aku telah memasuki orbitan yang ke-21, bukan sesuatu yang yang bisa dibanggakan. Tetapi tak pantaslah kudustakan, hidup adalah sebuah kesempatan. Ini benar benar tahun yang penting (seperti yang selalu kukatakan) tahun dimana segala aspek dan elemen di kalkulasi untuk menentukan pengembangan yang lebih signifikan. Singkronisasi dengan laju jaman pikirku, apakah aku masih relevan untuk jaman ini? apakah aku akan tenggelam dalam arus deras ini?. Ini masih tentang kewarasan dan mimpi yang selalu membuatku tetap bertahan. Di jalan yang sama entah sampai aku benar benar babak belur dan pertanggung jawaban yang lebih besar menyeretku pada dunia yang lain. Dunia yang nilai perjuangannya hanya untuk bisa makan esok hari, bukan apa yang bisa kuberikan esok hari. Idealisme, ideologi, prinsip, bukan lagi modal. Jika kau harus mengikuti permainan orang, kau dibeli. Aku kadang ketakutan. Tentang ketetapan dan relevansi. Takdir yang telah ditetapkan, aku berada dalam persimpangan. Apa kau harus mengalir saja tanpa harus mengusahakan apapun karena semua orang naik perahunya masing masing, dengan auto pilot yang membawanya ke entah berantah. Yang perlu dilakukan hanya menjaring ikan dan menyapa orang yang bersimpangan. Menolong orang yang digariskan untuk bertabrakan. Seberapa besar kapan sudah ditentukan, isi kapal sudah di tentukan tinggal di eksplorasi(?). Aku harus mencari sumber yang lebih nyata dari opera sabun dalam kepala ini. Ah, kadang pasrah itu terasa seperti menyerah, mungkin belum waktunya. Exhale, i might be mad.

     Aku merasa seperti ada kemunduran, atau aku sedang dalam rotasi roda yang menumpu beban kereta. Bagian yang mencumbu tanah, aku percaya dengan proses ini. Semua berjalan, aku harus merasakan berbagai macam sisi hidup.

(Setelah tulisan ini menjadi draft 2 hari, akupun menemukan sebuah pencerahan dari web humor terkini 9gag)


Untuk hari hari ini aku hanya ingin merasa hidup, masalah pencapaian dan bla bla bla aku sedang malas. Aku akan meneliti hal sepele yang mungkin terlewat. Mengapa aku selalu tergesa gesa. Takut akan masa depan, dan siapa yang akan menangkapku saat ku jatuh. Planingku untuk esok hari hanya untuk hidup dan memastikan kejuatan apa dari Tuhan hari itu :)


Visual Diary #1





Random Mixtape for Random Love Life #3

Kamis, 18 September 2014

     Hello, bertemu lagi di sesi rungon rungon, lelaguan yang sedang hits menemani hari demi hari yang fluktuatif. Sebenarnya akhir akhir ini lagi demen banget psychedelic dan stoner. Tapi biar variatif kali ya. Berikut lima band, seperti biasa. Akan disajikan dengan sangat apa adanya karena band sudah menjadi sebuah ikon. Tak perlu penjelasan lebih lanjut (padahal karena keterbatasan pengetahuan untuk penjabaran) ya boleh lahhhh... So here we go!

1. The War On Drugs - Red Eyes
 Chillin as fuck, satu album depresan yang membuatku jatuh hati <3



2.  Empire! Empire! (I Was a Lonely Estate) -  I Was Somewhere Cold, Dark... and Lonely
Kesedihanku mendapatkan perhatian dengan lagu lagu seperti ini, trimakasih kawan. Walau aku hanya mendownloadmu :(


3. Motorama - Ghost
Album pertama dari band post punk asal Russia (Alps 2010), nemu nggak sengaja waktu liat tutorial coloring di youtube. Langsung jatuh cinta aja sama sound-nya. Tiba tiba inget David Bowie yang isi suara Joy Division Love Will Tear Us Apart. Memoriku terseret jauh uwoohhh..



4. Sleepy Sun - White Dove
Pengen tripping tapi haram :(

   
5. Mars Red Sky - Marble Sky
 nak nak...


Trippy Trippy Trap #2

Selasa, 16 September 2014

     Bulan Juni kemarin saya mendapat kupon geratis ke Gembira Loka karena promo di tempat biasa aku cetak digital. Per Rp.250.000,- mendapat satu tiket gratis ke Gembira loka. Karena saya habis satu juta lima ratus saya dapat 6 tiket. Tetapi dengan nota yang dibagi 6 agar per nota dapat 1 tiket. Lumayan ribet juga, tapi demi efisiensi tak apa lah haha. 2 Tiket diminta oleh pegawai yang mau mengajak anaknya menonton pinguin. 4 tiket tersisa dengan tulisan expired 0 September. Ya, ini adalah kesempatan yang bagus mendengar isu isu kalo kebun binatang tersebut telah direnovasi dan ditata sedemikian rupa hingga terlihat baugus dan menarik hati. Terakhir kali kemari aku masih berstatus siswa Taman Kanan Kanak dalam acara lomba menggambar, dan sekarang aku kembali dengan status siswa realitas berumur 20 tahun, tak banyak yang ku ingat selain kencing di dalam gua dinosaurus nan gelap dan pesing. Ingatan yang buruk.

     Kami berangkat ber-4 karena teman teman tak banyak yang bisa ikut, atau bisa dibilang tiket gratisannya hanya ada 4. Malaikat yang pas pasan. Tak banyak mengantre, tiket langsung disobek penjaga gerbang, merenggut nilai virginitas yang kujaga selama tiket berada di dalam dompet. Wow, banyak yang berubah, management yang berkerja keras sepertinya menata dan merenovasi tempat ini. Kami disambut boneka pinguin yang cukup  besar, dua buah jumlahnya.

Resza sedang menaklukkan pingun yang bermutasi
     Berjalan ke arah selatan, menuju entah berantah karena kami buta pada pemetaan baru ini, melewati jembatan kecil. Kapal yang berada di tengah tengah danau buatan dipugar sepertinya. Tak mengecewakan, area cukup bersih. Kami mendengar bahwa taman reptil dan burung adalah yang menjadi unggulan, sembari berjalan aku menerawang jauh pada sudut pandang masa kanak kanak dulu. Entah apa yang kupikirkan saat itu, apakah kesenangannya setara dengan hari raya? aku mulai menebak nebak dan menempatkan diriku disana. Di alam ingatan yang dalam.

Orang Utan, dengan kandang barunya
Rusa sadar kamera, meminta filter yang vintage

     Hewannya tak banyak berubah, buaya, babi rusa, orang utan, macan, monyet. Tetapi ada yang berkurang malah. Beberapa kandang kosong. Taman reptil, kami sampai disana. Destinasi sedari tadi, berbagai macam ular, katak, dan kadal menghiasi di sisi kanan kiri berikut penjelasannya. Aku terlalu sibuk mengagumi dan membaca hingga tak sempat memotret reptil dan icon taman reptil. Wanita yang menggendong ular, cukup syahdu. 
Keluar dari taman reptil kusempatkan makan di warung dekat taman burung, mencerna ratusan satwa memasukannya kedalam database cerebro membutuhkan banyak energi. Aku kelaparan.
Teman teman yang lain juga terlihat mletho, kami makan dengan khidmat. Resza yang phobia pada unggas mulai waspada. Cukup sugoy dan kawaii, tatanan tempat dan kelokan jalannya bersahabat untuk di susuri. Lelah yang hinggap di kaki kami malah kualahan, kami terus berjalan sementara rasa lelah sekuat tenaga mencoba menghentikan kami. Senjakala perjalanan ini bermuara pada icon yang yang di gembar gemborkan, Jack the penguin yang sepertinya memakan gaji buta, banyak hewan yang memakan gaji buta disini. Tidur. Atau sudah habis waktu kerja mereka, sekarang pukul 16.00. Jam kerja mereka habis(?).

Hingga pada akhirnya kami tak tega melihat lelah mengemis, kami beristirahat sekeluarnya dari taman burung. Melihat kudanil yang katanya pernah memakan korban. Aku tak tau juga, cerita ini sepertinya turun temurun disini.

Kudanil berada di ujung kolam, enjoy berendam
     Memutuskan untuk pulang sepertinya tidak cukup berat kala itu, mengingat waktu sudah sore. Berjalan pelan sembari berceloteh kesana kemari. Kami akan kembali lagi besok, besok kapan ya? 10 tahun lagi mungkin(?). Yang jelas kami mengalami nostalgia yang sama, membayar ingatan ingatan yang belum genap. 





Intermeshun


Same shit different day #1

Minggu, 07 September 2014

     Akhir akhir ini aku sedang tidak ingin banyak bicara, mungkin aku akan selalu terlihat antusias karena aku akan menjadi pendengar yang teladan, sebisa mungkin menjauhkan topik pembicaraan tentang masalah masalah klasik yang sedang merundung. Ketika orang membagi sesuatu untuk dipecahkan atau mengurangi beban itu memang efektif, tapi untuk kali ini sama sekali tidak. Mencoba menyusun puzzleku sendiri, menggenapi bagian bagian yang tercecer entah dimana. Pertanyaan dan jawaban, perjalanan dan tujuan.
Pertanyaan lullaby menjelang lelap akan memainkan nada yang sama "apa yang akan datang esok?", hati dan pikiranku menerawang jauh menari dalam imaji semesta yang terlihat seperti opera sabun di pikiranku. Membayangkan yang seharusnya terjadi akan lebih mudah, andai realitas bisa diajak berkompromi. Sementara posisiku sekarang harus mengikuti pola realitas, water that shape the side. As always.

     Aku telah terbentuk, dipilin sedemikian rupa hingga terciptalah konsep konsep dalam cangkang kepala. Aku memandang dunia secara pesimis dan seadanya tak lain karena hal hal pesimis itu selalu relevan. Hal yang tak pernah membuatku jatuh, yang tak pernah menjajikanku akah gemerlap semu, menyajikanku dunia secara apa adanya. kemungkinan terburuk selalu menjadi sandaran yang baik. Aku sudah terjatuh dengan berbagai sisi untuk mendarat. Aku tak pernah meminta banyak, posisiku hanya ingin dimengerti. Tak lebih.

     Aku terbangun, dibangunkan pagi yang tak lama lagi berakhir. Apakah hari ini adalah jawaban untuk hari kemarin? pertanyaan yang berkesinambungan, menopang kelopak agar segera terbuka dan memastikannya. Siklus basic yang menjadi dasar hariku, dihiasi kejutan kejutan dari Tuhan, dihantui waktu agar terus berlari, dibimbing kewarasan untuk memastikan pilihan, didorong mimpi yang membukakan jalan, dibalut perasaan agar waspada, dan elemen elemen dalam relitas tersebut layak tetris yang bertumpukan. Saling mengisi sudut agar tak rongga. Siapa tau jawaban itu akan datang dalam bentuk bom yang akan menghancurkan sisi yang berongga. Mengisinya dengan bentuk yang pas. 

     Mungkin aku hanya terlalu muda untuk mengerti, dan waktu akan menghias keriput di muka, lekuk baru di otak, dan jawaban di genggaman tentunya. Aku telah melihat ratusan kali, dimana mimpi ditinggalkan, ideologi dibengkalaikan, idealisme ditanggalkan. Mereka punya alasan untuk mengalah, karena relevansi akan berubah ketika kita mencapai level tertentu. Aku akan memastikannya sendiri.

Trippy trippy trap

Sabtu, 16 Agustus 2014

     "Ayo camping di pantai...", wacana yang tak kunjung terealisasi karena jadwal dari kawan kawan yang semakin sibuk pada realitas masing masing. Tak terkecuali saya, dan bukan hal mudah ketika jadwal saling bertabrakan. Seperti menyelaraskan ketukan pada drum agar tak terdengar ganjil. Kamipun menyelaraskan jadwal, tetapi apa boleh buat. Tetap saja ada jadwal yang bertabrakan.
Meninggalkan beberapa teman yang melunasi kewajiban pada realitas mereka, kami berangkat ke pantai Sadranan yang berada di daerah Wonosari. Dengan peralatan yang telah disiapkan matang matang, seperti tenda, makanan, pakaian, tekad dan bendera tentunya :p.

Sabtu 9 Agustus, pukul 14.00 kami berkumpul di Burjo Maknyus yang masih tutup karena gembok lebaran, tapi berkumpul disana ibarat memakmurkan masjid haha. Dengan intrik muda mudi pada hari - H seperti menunggu kawan datang, pengekfetifan kendaraan dan penggenapan peralatan yang bla bla bla saya males ngetiknya haha, kami naik 7 motor dengan hikmat. Alhamdulillah perjalanan 3 jam berjalan tanpa hambatan. Hanya pantat saya yang berkurang volume lemaknya karena guncangan, aku mulai berpikir ini body buider yang cukup baik dengan menaruh bagian yang berlemak di jok. Seperti tidur dengan perut sebagai penopang sepanjang perjalanan niscaya six pax akan menghampiri Anda, mari cobalah.

Membayar 10 ribu/orang kami memutuskan untuk negosiasi, dan proses korupsi ini melibatkan saya dalam action.
Saya (S) : Pak wong 14 piro?
Pak e (Pe) : 140 mas
S   : Iso kurang ra pak?
Pe : 90 wae
S   : 80 pak
Pe : mangsane iki bayem mok nyang nyang, matamu tak dedel kene tak dol neng dark net!
S   : ojo pak ojo, aku durung kawin, ojoo...
Pe : *nyongkel moto (ketawa jahat) back sound e canibal corpse
Mati

Tapi ternyata 14 tiket yang sudah di staples tadi dikurangi 5 dan otomatis harga turun karena 5 orang dalam rombongan kami berstatus haram :( hahaha
Sempat di pungli juga, salah jalan pula. Tetapi rintangan itu tak cukup berarti karena apa yang akan kami kerjakan nantinya berjuta ton of joyy.. yeee... uhhhh...ciyatt.... awihapsjdpajfdapsfjh...


Man teman sedang memilih tempat yang cukup landai dan tak ter terjang ombak pasang nantinya, cahaya yang sugoi dan udara yang acc tanpa revisi membuatku berpikir bahwa suga itu adalah pikiranku sendiri yang berada pada puncak kedamaian.


Angin cukup kencang, dan sedikit sulit untuk mendirikan tenda.


Dan matahari menggeliat ke bagian bumi yang lain, bulan yang sedang tampil maksimal menerangi kami yang sedang bercengkrama di sekeliling api unggun. Udara belum cukup dingin tetapi angin cukup merepotkan. Sosis mulai dibakar di perapian, dan andalan bangsa kami Indomie sudah mencicipi siksa di air panas sebelum dicabik cabik mulut, dicerna dengan asam dalam lambung dan dikeluarkan dalam keadaan chaos karena tidak ada unsur serat. Siksaan itu karena statusnya yang nikmat, fase fase yang mengingatkanku akan azab :( ahahaha

Api belum juga mengecil, suplai kayu bakar terus digenjot. Tubuhku memohon izin kepada kesadaran agar mengistirahatkannya sejenak. Sekedar mengembalikan lemak bokong yang hilang saat perjalanan. Aku bobok dulu sebelum man teman...


Pagi tiba, tanpa satupun nikmat yang kudustakan. Fase siksaan Indomie sudah pada tahap output yang chaos. Aku harus mencari toilet...


Tahap berberes beres, sebelum mencicipi asinnya keringat ikan...



Biwa Bondan Dara Dean Desi Faisal Gesa Iwan Rahmat Regar Reza Rio Wiro


Sungguh sugoi pengalaman ini. To all my beloved friend thanks for all the moments. Kecup klebus...

Doin' Dood

     Hello, kemarin sempat melihat lihat referensi cat kamar dan dekorasi do it yourself. Dan ya, referensi itu selalu bekerja baik dalam segi persuasif. So, dengan sedikit waktu yang luang dan cat seadanya saya corat coret dikit di sana sini...



Karena keburu banget pengen mainan cat, saya mabil typography punya smythe kelamaan kalo mau buat soalnya :p. Gambar yang diperbesar ukuran 1:1 lalu dipecah dalam ukuran A3 dengan software corel, tapi karena stok kertas A3 habis di fotokopi jape methe pemad terpaksa saya pecah lagi disana ke format A4. Carbon hitam untuk trace lumayan bikin kotor tapi sepertinya cara ini cukup efektif.



 And it's done! 6 jam bikin beginian lumayan capek juga. Tetapi quotes ini membuatku semangat melunasi nafsu art di dunia yang fana ini *mah ngopo



Liat yang ini juga jadi pengen nyobain


 Ya lumayan lah, jadi agak artsy gitu aja hahaha

Random Mixtape for Random Love Life #3

Sabtu, 14 Juni 2014

        Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni. Tak terasa bulan bulan berlalu begitu cepat pasca resign dari pekerjaan lama saya. Berstatus sebagai freelance illustrator dan desainer grafis sok profesional mencoba membabat realitas seadanya. Atas nama ilmu pengetahuan dan mimpi, saya percaya apa yang saja tekuni akan membuahkan hasil. Masalah akan selalu ada dan datang dari arah mana saja, tapi inilah realitas. Tak ada guna meminta, karena konsekwensi berjalan penuh sekarang.
Berbagi playlist sepertinya cukup menyenangkan, berikut adalah 5 band yang sedang intens saya dengarkan, walau basi tapi sudahlah haha, perwakilan dari hari hari yang saya lalui.

1. The Charpenters - We've Only Just Begun
Terasa baru memulai hidup saja...



2. Pure Bathing Culture - Pendulum



3. The Smiths - Last Night I Dreamt That Somebody Loved Me



4. Blondie - Sunday Girl



5.  Camera Obscura - This Is Love (Feels Allright)


Aktualisasi Diri

Kamis, 12 Juni 2014

     Sebenarnya ini adalah keuntungan sebagai pelaku desain grafis, keuntungan atas informasi client terhadap produk dan materi desain yang harus disusun. Informasi yang mengalir secara tidak sengaja itu adalah hal yang kusukai karena basic-nya tetap pengetahuan, dalam bentuk apapun itu. Kali ini aku mendapat job membuat mind map tentang tokoh psikologi bernama Abraham Maslow, materi dikirim lewat email setelah telpon ke 8 yang baru kuangkat karena sedang mengerjakan lettering pada white board, sementara HP ter set dalam posisi silent haha. Aku menjanjikan besok pagi untuk proofing, sementara deadline di hari berikutnya. Aku cuma punya waktu 36 jam. Dan accidently, malam dimana debat capres dilaksanakan itu saya tertidur karena kelelahan, proofing yang kujanjikan mundur menjadi sore harinya haha. Tapi target tercapai karena langsung di ACC. Namuh hal paling mengasyikkan selain menggambar tokohnya adalah membaca materi yang dinamakan Aktualisasi Diri, tentang bagaimana Maslow meneliti biografi tokoh yang dianggap telah mencapai aktualisasi diri dan menyimpulkan poin poin yang sangat keren.  


     Dia menganalisis riwayat hidup, karya, dan tulisan sejumlah orang yang dipandangnya telah memenuhi kriteria sebagai pribadi yang beraktualisasi diri. Termasuk dalam daftar ini adalah Albert Einstein, Abraham Lincoln, William James, dan Eleanor Roosevelt.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, Maslow menyusun sejumlah kualifikasi yang mengindikasikan karakteristik pribadi-pribadi yang telah beraktualisasi :

1. Memusatkan diri pada realitas (reality-centered), yakni melihat sesuatu apa adanya dan mampu melihat persoalan secara jernih, bebas dari bias.
2. Memusatkan diri pada masalah (problem-centered), yakni melihat persoalan hidup sebagai sesuatu yang perlu dihadapi dan dipecahkan, bukan dihindari.
3. Spontanitas, menjalani kehidupan secara alami, mampu menjadi diri sendiri serta tidak berpura-pura.
4. Otonomi pribadi, memiliki rasa puas diri yang tinggi, cenderung menyukai kesendirian dan menikmati hubungan persahabatan dengan sedikit orang namun bersifat mendalam.
5. Penerimaan terhadap diri dan orang lain. Mereka memberi penilaian tinggi pada individualitas dan keunikan diri sendiri dan orang lain. Dengan kata lain orang-orang yang telah beraktualisasi diri lebih suka menerima anda apa adanya ketimbang berusaha mengubah anda.
6. Rasa humor yang ‘tidak agresif’ (unhostile). Mereka lebih suka membuat lelucon yang menertawakan diri sendiri atau kondisi manusia secara umum (ironi), ketimbang menjadikan orang lain sebagai bahan lawakan dan ejekan.
7. Kerendahatian dan menghargai orang lain (humility and respect)
8. Apresiasi yang segar (freshness of appreciation), yakni melihat sesuatu dengan sudut pandang yang orisinil, berbeda dari kebanyakan orang. Kualitas inilah yang membuat orang-orang yang telah beraktualisasi merupakan pribadi-pribadi yang kreatif dan mampu menciptakan sesuatu yang baru.
9. Memiliki pengalaman spiritual yang disebut Peak experience.
NB: Peak experience atau sering disebut juga pengalaman mistik adalah suatu kondisi saat seseorang (secara mental) merasa keluar dari dirinya sendiri, terbebas dari kungkungan tubuh kasarnya.
Pengalaman ini membuat kita merasa sangat kecil atau sangat besar, dan seolah-olah menyatu dengan semesta atau keabadian.
Ini bukanlah persoalan klenik atau takhayul, tetapi benar-benar ada dan menjadi kajian khusus dalam Psikologi Transpersonal, suatu (klaim) aliran keempat dalam ilmu psikologi setelah psikoanalisis, behaviorisme, dan humanisme.
 (http://www.praswck.com/aktualisasi-diri-menurut-abraham-maslow)

So, apakah Anda tertarik untuk ber-aktualisasi dan meningkatkan kualitas hidup. Living the life to the fullest :)

Perdana, aku harus konsisten untuk kedepannya

Sabtu, 31 Mei 2014

     Jumat tanggal 29 Mei lalu adalah hari pembukaan pameran dari teman teman YK LOGOS yang bertajuk "Weekend Ritual". Sebenarnya aku tak mengira akan ikut serta karena karakter menggambarku yang sama sekali tak Street Art dan juga aku tak mempersiapkan tema yang memadai. H minus 2 aku bertemu Reza Kutjh secara kebetulan di warung burjo depan rumah dan tiba menawarkan untuk ikut serta. Hari itu juga aku harus submit karya sementara gambar terakhirku belum selesai, atau bisa dibilang 80 persen. Sebenarnya ada banyak karya yang belum dipublikasi tetapi aku merasa pendewasaan karakter menggambarku hampir sempurna pada gambarku yang terakhir ini. Hanya butuh elemen elemen pelengkap saja yang tak kunjung kutemukan.
     Akhirnya hari itu kuselesaikan semampuku dan kuantar malamnya ke rumah Emen yang sekaligus empu dari pameran ritual akhir pekan tersebut. Karena tak punya pigura terpaksa aku harus meminjam dari Emen juga (ra ragat blas haha). Ini adalah pameran pertamaku dengan gaya gambar yang akan kupertahankan, aku harus mulai konsisten dan berjalan stabil. 
     Karena aku merasa berhutang banyak untuk kesempatan ini, kusempatkan untuk membantu display karya, walaupun tak banyak membantu sebenarnya haha. Terimakasih untuk teman teman YK LOGOS, you guys rock!






Teruntuk: Pertanyaan yang kujawab sendiri

Senin, 26 Mei 2014

     Pikiranku selalu mengajukan pertanyaan atas apa yang terjadi di sekelilingku, dan aku harus membujuknya paham dan puas dengan jawaban yang kubuat seadanya karena ya memang begitu seharusnya. Hatikupun harus puas dengan jawabanku, yang juga seadanya. Karena basic dari jawaban itu untuk meredam keresahan, masalah ataupun stress yang berkepanjangan. Seperti mantra pengusir hantu, padahal hantu hantu itu tak pernah hilang. Seperti kadang aku membuat statement "Aku akan membuat kesempatanku sendiri bila memang tak ada", stimulan yang cukup baik untuk beberapa hari kedepan sebelum di injak injak realitas. "Siapa yang butuh pacar, aku punya banyak teman bla bla bla" dan tak berselang lama fuckedup haha. Kadang aku membuat konsep konsep pelarian yang semu, pembenaran pembenaran yang menjinakkan hati dan pikirku sesaat. Pada dasarnya aku sudah berusaha. Aku merasa beruntung, dan merasa sial di sisi yang lain. Aku hanya perlu bersyukur (stimulan dosis dogmatis haha). Seperti pepatah, jika tidak ada pundak untuk bersandar, masih ada lantai untuk tepar. Aku adalah prototype dari remaja abad iniiiiii.. hahaha... yang fuked up tentunya.

Let me sing and slowly sink





Landscape that looked bright
Got rough like a battlefield before I knew it.
I've been singing a sad song since I lost my way.
Dreaming of the day when the pieces of me come together...

Let me cry again.
Let me recall how to cry.
Where's my mind that's trying to be honest?

I wish you would listen to my request if you can hear my voice.
Oh Jupiter! Let the rain fall and wash my dirt away...

Live the life #1 (observasi)

Minggu, 12 Januari 2014

     Kala itu aku masih di bangku kelas 4 SD kisaran tahun 2004, masih terasa sisa demam F4 (Meteor Garden) yang sempat menjadi standar gaul kala itu. Rambutku juga masih belah tengah seperti teman teman yang lain juga. Agar seperti Toming se katanya, tapi aku tak pernah merasa fit dengan potongan itu. Hanya saja predikat gaul harus mengambil resiko haha. Masa masa pencarian dari anak ingusan yang ingin diakui, ingin mendapat lirikan perhatian, melakukan hal bodoh yang kupikir itu brarti. Tetapi ini adalah masa masa penting tentang bagaimana aku masuk ke dalam scene dan ikut serta meramaikan gerakan underground sekala kecil. Mungkin ini adalah rasa penasaran dan ketertarikan pribadiku pada hal kecil, ataupun ketidaksengajaan. Tentang definisi yang sedikit demi sedikit terkumpul dan Tuhan memberiku jalan untuk semakin dekat dan dekat. Agar aku mengerti apa yang kucari, dan menyimpulkan sendiri.

(2004-2006)
Playstation 1 adalah permainan yang yang selalu dituju sepulang sekolah, tempatnya agak jauh dari sekolah jadi biasanya pulang dulu ganti baju terus jalan lagi, rumah saya ada di Pakualaman sedangkan tempat main playstation di daerah Sayidan.Mungkin 400 meter, ditempuh jalan kaki berdua dengan teman saya biasanya. Namanya Deni, kami memiliki ketertarikan yang sama dengan olahraga ekstrem, seperti Skate dan BMX walau kala itu tak satupun dari kami yang memiliki papan atau sepeda BMX. Kami selalu melihatnya di Stadion Mandala, disana ada komunitas Skate dan BMX yang setiap sore kami tonton dengan kagum.  Hingga bermain Playstation saja kami selalu memainkan permainan yang menyangkut olahraga ekstrem. Seperti Tony Hawk Pro Skater sampai Matt Hoffman pro BMX ada juga Dave Mirra dan 4X-treme yang tak begitu menarik karena game play dan trick nya yang kurang spesifik. Kami bermain Career, jadi selalu bergantian tiap misi. Bayarnya juga kita bagi 2. Tapi kadang kita bermain sendiri sendiri. Setiap pulang dari bermain PS kami selalu membayangkan GAP trick yang mustahil dan menirukan trick sambil menyebutkan nama trick seadanya.

Di pertigaan sebelum bioskop Permata, terdapat coretan coretan dengan spidol kaligrafi berukuran besar dan asing. Terdapat juga poster poster dari kertas bekas yang bergambar robot dan monster. Kami hanya melewatinya setiap hari, dan lama kelamaan menjadi rasa penasaran. Siapa yang membuat coretan dan gambar ini, aku tak tau apa itu Street Art apa itu Graffiti apa itu Tag Name apa itu Wheat Paste, yang aku tau hal itu cukup menarik dan akhirnya kusempatkan untuk mencopot beberapa gambar yang lumayan besar dan kutaruh di kamar dan depan rumah. Gambar kaleng spray Pylox dengan bom waktu yang melilit. That's cool!
Akupun ikut ikutan membuat dengan meniru gambar dan melakukan Tagging. Buku buku pelajaran, tembok kamar mandi sekolah, dan menempel gambar fotokopian di setiap kelas dengan lem Glukol saat istirahat lalu dimarahi dan ditanyai apa maksud dari tempelan tempelan yang kutempel diatas dinding dengan menaiki meja itu. Aku hanya tertawa kecut, lalu kucabuti semua gambar cepat cepat. Shit! ternyata adik kelas terlalu asing dengan tindakan itu hingga melaporkanku ke guru, atau aku yang terlalu bodoh menempelnya saat ramai hahaha. Tetapi itu secara tidak sadar membentukku hingga ingin memperlajarinya lebih dan menggambar adalah hobi baru yang tak pernah terpikir olehku dulu.
Warnet sudah ada tetapi aku tak tahu apa fungsi utamanya selain Game Online, mesin pencari Google saja masih terlalu asing ketimbang lalatx hahaha.

(2006-2009)
Hingga akhirnya aku telah lulus dari Sekolah Dasar dan memasuki Sekolah Menengah Pertama. Disini aku mengikuti saran kakak kelas dan sahabatku di SD dulu yang juga tertarik pada olahraga extreme dan Graffiti, namanya Fuad. Kami condong ke BMX, sepeda Fuad kala itu sudah cukup bagus. Fuad mengambil Flatland dan saya dengan sepeda hadiah lulus SD mengambil Street karena saya suka manufer dan kecepatan di jalan. Deni juga masuk SMP yang sama, dengan Wim Cyclenya dia bermain Street namun juga Flatland. Setiap sore kami latihan dan mempuyai komunitas sendiri. Kami bertemu banyak orang dan banyak pengetahuan baru. Graffti mulai merambah tiap anak muda tanggung yang sedang mencari dirinya di jalanan. Nick name bermunculan, dan memberanikan diri Bimbing di jalan. Kala itu resiko masin cukup tinggi, masyarakat Jogja sudah mengenal Mural dan Street Art lewat Apotik Komik dan Graffiti lewat YKILC (Yogyakarta Illegal Crew) dan beberapa crew yang akhirnya menjadi YORC (Yogyakarta Art Crime), namun konsep Graffiti yang ilegal ini, selalu bertentangan dengan masyarakat. Sebagus apapun kami menggambar tetap saja illegal dan disebut corat coret. Kalo kepergok syukur tidak dipukuli, bisa lari sangat baik. Atau suruh mengecat putih lagi tembok yang memang sudah kotor coretan geng. Kami selalu bersepeda BMX, dengan tas berisi kuas dan beberapa kaleng cat 1 KG. Kami jarang pakai Pylox karena terlalu mahal kala itu.

Game Marc Ecko's Getting Up: Contents Under Pressure muncul dan memberikan istilah istilah baru dalam perbendaharaan bahasa Graffiti. Dan momen momen besar muncul setelahnya. (bersambung)


Maknyus, warung burjo dengan CCTV

Sabtu, 04 Januari 2014

      Maknyus adalah warung burjo yang biasa teman teman pakai untuk nongkrong, dari sore sampai malam. Dan beberapa waktu lalu ada kejadian yang sebenarnya kriminal kelas coro. Ya biasa kehidupan malam di pinggir jalan, dan sekarang kami memiliki 3 CCTV yang sebelumnya hanya 1. Spanduk anti antiannya nambah jadi emm, 4. Ya, memang hidup ini menyenangkan :)

poisonconsume.blogspot.com

Hitungan mundur, 2014. Lihat! kita masih orang yang sama

     Tahun baru, banyak orang yang membicarakan resolusi dan bla bla bla dan saya disini masih menerawang dengan berbagai pertanyaan yang masih menggantung. Melayang bersama gelembung dan melihat betapa kecilnya kemungkinan dari atas sini. Ah sudahlah, saatnya membicarakan apa yang sudah saya perbuat di tahun 2013 lalu. Ya ya, tahun yang berat dan menyenangkan, saya bekerja selama satu tahun dengan berbagai dinamikanya, digenapkan menjadi dua puluh tahun, menyadi banyak hal yang berhubungan dengan spiritual, punya band. Emm, teman teman yang selalu kompak dan menyenangkan, keselarasan yang akan saya jaga agar tetap seperti itu saya harap tak akan berubah :)
Dan tentunya kisah cinta yang tak kunjung jelas hahaha, polemik juga mengenai rasa takut saya yang tak kunjung menghilang, galau ini sudah berubah menjadi attitude (damnnn!) hahaha.

Pagi ini hari minggu, cukup sejuk karena hujan yang mengguyur dan berhenti meninggalkan bercak basah. Terbangun karena lagu Vierra yang terlalu keras dari televisi butut di kamar, damn! padahal dalam mimpi saya sedang bercakap cakap dengan wanita asing dengan senyum kecil yang mengajak saya berkisah tentang banyak hal. Dia dengan rambut lurus terikat digulung dengan kaus tanpa jaket membalut, warnaya hitam kalau tidak salah, memegang es teh di malam yang cukup dingin. Kami berdekatan, tertawa kecil merasa seperti atom yang sengaja dipertemukan untuk membentuk sebuah organ dalam semesta. Mungkin ini cara Tuhan meningkatkan kadar Dopamine agar keesokan harinya saya merasa bahagia walau alasannya hanya karena mimpi, tentang mengingatkan bagaimana rasa jatuh cinta, seperti saat saya jatuh cinta lima kali dalam sehari, jatuh cinta pada orang asing di bis kota, jatuh cinta pada orang asing berkaca mata di perpustakaan, dan semua berlalu tanpa tau siapa aku (evo mana evooo).

Lagu Vierra menyusup semakin keras menggedor membran telinga, kesadaran saya mulai membaik disisakan ingatan tentang mimpi tadi. Lumayan menyebalkan, tapi saya tak bisa hidup dengan kebohongan ini, saya harus tabah menghadapi konspirasi hati dan kekejaman HAARP  (Heart Ache Are Rape Me, mah ngopo thoo). And finally, ini adalah tahun baru yang kedua saya lewati bersama teman teman scene, berbeda pada masa sekolah dulu yang selalu sekelas. Tapi tanpa mengurangi kekhidmatan, malam itu cukup syahdu degan kentang goreng, sosis, dan arang yang terkikis. Tak ada kembang api yang berarti, alun alun utara yang ramai sedang berkabung karena ada keluarga keraton yang meninggal. 

Film dokumenter gigs kami yang terakhir menjadi penutup, arangpun sudah mulai padam. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga pagi, beberapa teman sudah pulang duluan. Merapikan tikar dan menyapu, seiring ingatan tahun lalu yang ikut tergerus. Aku percaya kita akan menjadi seseorang yang berarti esok, untuk siapapun, dalam semesta, dan semesta itu bukan yang ada diluar sana. Semesta ada dalam diri kita masing masing, dalam milyaran sel yang menyimpan ingatan dan tak pernah penuh. Bertambahlah, jangan jadi orang lain :)

Salam,

Dara, Biwa, Rio, Nana, Opang, Harun, Rara, Desi, Rahmat, Dean, Bima