tak lebih dari sekedar nalar

Penglihatan

Sabtu, 07 Desember 2013

Orang orang begitu antusias, sementar kami memperhatikan mereka dari kesunyian kami masing masing

 
Up and Down


Carnival


The Axis

Everything is connected to everything else

     Sekembalinya dari realitas, aku diijinkan bermimpi kembali dan pulang kemari. Di rumah yang jauh dari hiruk pikuk. Akhir akhir ini semakin parah saja aku terjebak dalam utopia utopiaku sendiri. Merasa menjadi sebuah filsuf saja yang memkirkan hakekat hakekat dan sikap. Mmm.. dan saya sedang stres, ya ya stres. Tentu saja karena pikiran saya sendiri, dengan konsep konsep anarkis nanggung dan anti antian yang membuatku terasing dalam dunia global yang semakin gencar membujuk untukku bergabung dengan penyeragamannya. Aku menghargai kisah stres ini dengan hikmat, aku tau posisiku sebagai warga dunia ketiga dengan keluarga yang tak berpengaruh dan ekonomi pas pasan. Arti mimpi difilter habis disini oleh realitas. Saya berusaha tetap menjaga mimpi saya hidup dengan tanpa mempermasalahkan fasilitas fasilitas yang saya kira akan membantu saya bertahan di era dekaden ini.
Ah tai lah ahaha, ok saya malah kepikiran buat diagram :p
ya sepertinya perjalanan masih panjang hahaha
     Seperti gambar diatas pasti telah menjelaskan bagaimana sistem mimpi lewat kacamata realitas, tapi jangan malu untuk menjadi orang yang berbeda. Kalo Pink Floyd bilang "another brick in the wall". Bicara tentang sistem lagi sih. Ok, kembali ke judul tentang semua hal berhubungan dengan hal lainnya, seperti chain reaction. Semesta ini juga bekrtja dengan sistem  demikian. Gerak tubuh, suara, emosi, semuanya berkaitan. Maha sempurna Tuhan dengan berbagai rahasia yang tak kita ketahiu. Tapi kita selalu keras kepala dan menolak kebenaran itu karena dianggap tidak rasional karena ilmu kita memang belum atau tak bisa sampai kesana. Dan quote yang saya dapatkan adalah qoute yang membuat saya menjadi agak intrivert dan lebih memperhatikan sikap. Begini Bunyinya:



Dan saya baru saja mengkristalkan apa yang saya tau tentang diri saya, dan perjalanan ini masih jauh dari mengenal keutuhan vertikal dan horizontal. Saya sedang berusaha.
Dari semua hal yang membentuk saya, mulai dari personal hingga komunal ataupun astral, saya sangat berterima kasih, dan perjalanan spiritual saya masih jauh untuk mencapai tingkat pengetahuan yang cukup untuk mengenal koneksi antara informasi atom dan frekwensi frekwensinya. Semoga saya diberi waktu yang cukup untuk tidak mendustakan hal yang terkecilpun. Bismillah :)

(maaf celotehan ini memang basi, saya butuh tempat sampah. Dan saya membuat satu, terima kasih untuk berpikir tentang daur ulang)

Random Mixtape for Random Love Life #2

Senin, 21 Oktober 2013

Mixtape kali ini berisi musik musik pengiring perjalanan yang galau dan mendayu ndayu, saat kamu benar benar sendiri dan jalan keluar hanyalah memasang headset di kedua telinga. Memandangi orang yang berlalu lalang di dalam pikiran dan di depan mata. Tampak jelas namun tak pernah ada kejelasan. Kadang kau tertawa sendiri melihat betapa menyedihkannya waktu terbuang dengan percuma, memandangi lalu lalang. Menyembuhkan diri :')

1. Portishead - glory box
Sang legenda dari Bristol, kota yang sama tempat kelahiran Banksy. Aura musik dari Portishead ini terasa sangat gelap dan dingin.

 



2. American Football - stay home
Sebelum Owen ini adalah band dari Mike Kinsella, dengan lirik dilematis khas remaja, dan arasemen yang mantap. Ini lagu galau yang pas :)



3. Graveyard - blue soul





4.  The Saddest Landscape - desperate vespers






5. Bonus: Erasing Memories Mixtape
Ini adalah mixtape didalam mixtape haha, mixtape dari seaindie ini mungkin akan membantumu Erasing Memories atau malah sebaliknya :p. Download

Cover Art by Zeon Gomez


Baiklah, terima kasih :)

Kita tak pernah tau

Minggu, 20 Oktober 2013

     Hey, aku tak pernah mengerti bagaimana harus mensikapi hari esok dengan pasti. Seperti rasa takut saja yang pertama terasa bila aku sudah keluar dari jendela mimpi dan terbangun. Jam tak pernah salah menunjukkan waktu, dan sekarang waktunya menagih konsekwensi. Lihat betapa kacaunya aku dengan hal hal yang kubuat rumit sendiri, maaf aku hanya ingin melaukan yang terbaik. Ruh, tubuh, maaf aku selalu gagal dalam bersinergi. Aku pengecut, ya! aku selalu merasa kuat dalam gelembung persepsi yang kubangun satu persatu. Mulai terasa sepi disini, dingin dan pembicaraan ini kadang tak membuat tubuhku menghangat. Aku meracau, bermonolog dalam ruang stresku yang pengap, meyakinkan setiap orang jika aku bisa berjalan sendiri, tapi ternyata tidak. Aku tenggelam dalam ruang nyamanku. Dan sikap apakah yang seharusnya kuambil? terlalu sulit dimengerti, masalah pantas atau tidak itu membuat semua orang merasa repot memecah cangkang. Hey, aku yang selalu pesimis dengan tameng realistis ini sedang melakukan pertambaan dan pengurangan. Memaknai hidup, berpikir vertikal dan horizontal. meracau dihujani guguran mimpi dan senyawa masa lalu.
     Baiklah, kau dapat berbicara sekarang, tapi jangan tentang apa yang kau punya. Sebutkan saja apa yang bisa kau bagikan. Bukan seberapa banyak yang kau punya, tapi seberapa banyak yang bisa kau bagi. Kau bisa menyelami diriku sekarang, aku adalah lautan lepas. Kau tak perlu berpakaian, karena kau berkelana dengan ruh bukan tubuh. Selami dengan cara yang tak pernah kau lakukan sebelumnya. Perjalanan yang lebih dalam. Terasa mengenali personalmu yang lain. 

    Dan dari sekian pilihan dan hal yang kita jalani. kita tak pernah tau. Aliran sungai perjalana yang bermuara di tempat yang kita tak pernah tau, menyelam kedasar lautan yang gelap dan kita tak pernah tau. Bersedimen dalam kikisan jam pasir yang kita tak pernah tau. Ketakutan akan hari esok yang kita tak pernah tau, mimpi acak tentang ingatan yang datang setiap malam, pertemuan, perbubahan, kematian. Berspekulasi, manusia tak pernah tau.



Dinamika

Rabu, 25 September 2013


Hanya sekedar megingatkanku bagaimana rasa jatuh cinta, aku tak berharap banyak

     Hari menjelang larut, cuaca memang sedang bagus dengan bintang yang berserakan di sana sini. Kami memutuskan untuk mengarungi malam dengan sepeda. Ya, kami berdua. Sepasang mahluk apa adanya, membeberkan cerita yang mengkristal bersama udara dan ingatan yang bersemayam di labirin otak. Aku hanya ingin semua yang berjalan adalah hal yang apa adanya, jika tidak ya tidak dan segala aling aling tidaklah lebih dari udara yang semakin dingin ini. Kami tertawa, apa adanya saja. Semua dilepaskan dengan ringan, seperti bagaimana ringannya mengayuh sepeda di aspal yang begitu datar dan rata. Aliran sungai yang seharusnya, angin yang apa adanya.

      Aku selalu membayangkan di era yang super konsumtif dan manipulatif ini bertemu dengan seseorang yang benar benar apa adanya, orang yang bisa menghargai betapa mahalnya nilai dari "simple" itu sendiri. Nilai dari sebuah panjatan pohon di taman, nilai dari matahari terbenam dan musik yang menyenangkan. Menertawakan hal kecil yang dilewatkan, tak peduli bagaimana televisi mematok mindset apa itu sukses dan seperti apa kita harus terlihat. Karena kita adalah manusia yang  memegang prinsip masing masing, tetap bertahan dengan ciri khas yang yang mereka temukan sendiri. Pegkristalan persepsi, dan aku berharap orang orang menemukan arti dari kehidupan dari apa yang mereka punya. Bergandeng tangan, saling merasakan bagaimana detak jantung masing masing saling berpacu mengadu top speed. Dan dopamine yang diproduksi dua kali lebih banyak bercampur adrenaline adalah drugs alami dari sebuah kesimple-an yang natural dan apa adanya. Anugrah yang memang seharusnya, seperti aliran air dan laju angin.
     Suatu saat kau yang akan duduk di sampingku, dan menggenggam tanganku, bisa menghargai karunia yang banyak didustakan ini. Nilai simple dan alami yang tak memerlukan nilai konsumsi sama sekali. Langit, udara, mata, bibir, dedaunan, matahari, dan waktu akan menghancurkan sebuah real estate, menghancurkan persepsi yang basi, kesempurnaan dari sesuatu yang kecil.

     Kami memutuskan untuk membeli susu dan betukar cerita, hingga akhirnya waktu mengatarkanku menuju jalan pulang dan memutuskan berpisah. Tenang saja, aku bukan pengharap yang baik. Untuk masalah aku suka padamu itu urusanku, dan kau suka padaku atau tidak itu urusanmu (pidi baiq). Tapi untuk yang akan duduk dan berpegang tangan denganku esok, yang akan adu top speed heart beat dan dopamine. Hargailah kekosongan



Random Mixtape for Random Love Life #1

Sabtu, 21 September 2013

Ini adalah Mixtape dari lagu yang menemani kejenuhan beraktivitas, menantang langit dan bla bla bla..
Dan permasalahan tentang lagu favorit adalah, ketika lagu tersebut bentrok dengan momen yang bisa dibilang tak menyenangkan dan lagu tersebut terkena imbasnya, shit! Oke, tapi segala resiko harus diambil ahahaha
Here we goooo, mari :)

1. The Cardigans - Happy Meal II (First band on the moon album)
Sebenernya hampir semua lagu di album ini sangat berbahaya, arasemen yang mencekik tiba tiba, satu lagu yang di cover Justin Bieber, mempunyai kekuatan magic lah. bagian ini yang muter dikepala "And now I found a partner, no one can be happier than I'm. And now I found a new friend, no one can be happier than me" merasa ikut senang :')





2. Chvrches - Mother we share
Selain dari paras mbak Lauren Mayberry yang unyu, lagu ini bisa membawamu ke tempat yang asing, sesuatu dalam dirimu yang belum pernah kau jamah sebelumnya, perasaan yang asing.. halah..





3. Owen - everyone's asleep in the house but me
Melamun, matahari terbenam, mengerami titik nyaman dan gelisah





4. Pianos Become The Teeth - I'll get by
 the age of believing in everything, but I couldn't save you,I couldn't save what was taken away, and I'm still singing, and you still can't stay. You "loved life," and those words have lasted,  I just wish I would have had ears for more than what you said because I still feel the lack long after.




5. Pink Floyd - Wish you were here
Ini adalah potongan lirik yang sangat brilian, "we just two lost soul swimming in the fish bow, year over year", masterpiece!




Baiklah, sekian dari mixtape syahdu ini. See ya :)

Waktu kan slalu membentuk diri

     Hello there, you know what day is it? yes this is sunday! no, this day is my birthday! twenty years old of suffering ahaaha shit! Oke, dua puluh tahun. Mari kita telaah 20 tahun apa yang saya dapatkan dari waktu yang selalu menawarkan tanda tanya (?) karena memang tidak ada kepastian disini. Realitas dengan segala pilihan dan resiko yang beragam, you choose you live!. Searang aku berkerja di sebuah perusahaan desain grafis yang dulu konon pernah besar, menjalani hari dengan agak membosankan, satu tahun berlalu. Lalu mengapa? apa yang kudustakan dari pekerjaan yang sesuai bidangku desain grafis? Oh man, saya punya mimpi yang saya lipat rapi, saya taruh dibawah bantal saat akan tidur dan dibawah sajadah saat solat. Mimpi yang selalu menagih untuk direalisasi, mimpi yang aku berharap bisa saling menghidupi.
     Menjadi mahasiswa yang sangat ingin tau dan illustrator freelance, itu adalah list teratas dari lipatan mimpi, sebelum kesinambungannya menyusul melengkapi hingga yang terakhir mempnyai studio grafis, perpustakaan kecil, tempat berdiskusi bebas dan melihat film gratis. Fuck you reality, don't stare at me and smile like that, i'll kill you soon. Realitas, sahabat lama yang juga selalu bersanding dengan waktu,  qodo' dan qodar. Yang mengajarkanku mengerti bagaimana bersikap dan melihat perspektif dunia, yang mengajarkan garis besar dewasa mungkin, aku juga tak pernah begitu mengerti. Untung ada waktu yang selalu memberitahuku kapan aku harus harus bercumbu dengan realitas dan kapan aku harus menari sendiri dalam utopiaku.
     Kadang aku merasa tak diberi kesempatan, kesempatan ini anak haram dari waktu dan realitas. Bertindak mengejutkan seperti realitas dan bersifat pasti seperti waktu. Tapi konsep beruntung (memperoleh kesempatan) itu aku juga tak menyebutnya selalu baik. Aku hanya tidak mau hidup dalam hal hal baik yang ku dustakan. Untuk kesempatan aku dapat membudidayakannya sendiri. Hanya tinggal bersahabat dengan ibunya saja (waktu).
     Kembali ke 20 tahun hidup, aku mengira mungkin 5 tahun tahun kebelakang adalah proses membentuk diri yang efektif, keluarga, teman, pola pikir, musik, cinta, scene, seni, semuanya membentukku menjadi pribadi yang utuh. Suatu saat, bila titik jenuh menjemput dan aku tak dapat berlari kemanapun. Atau saat realitas membawaku keluar dari area nyamanku saat aku barusaja menemukannya, paling tidak aku sudah berusaha untuk berarti, untuk siapapun, kali ini belum. Aku harus mati meninggalkan sesuatu, sekedar penyekat buku atau persepsi. 


Selamat ulang tahun ruh, tubuh. Untuk Allah yang meberiku waktu dan kewarasan, untuk keluarga yang selalu ada, untuk teman teman yang tak pernah mengecewakan, untuk guru yang kompeten, untuk masa depanku yang masih cetak biru dan selalu. TERIMA KASIH! MAAF AKU TERLALU BANYAK MENDUSTAKAN KENIKMATAN. KALIAN HEBAT! :')


from Lery & Henry pubish comic

Prakata, tabula rasa

Selasa, 03 September 2013




      Selamat pagi semesta, blog baru untuk sebuah awal yang baru. Blog ini ibarat sebuah tabula rasa, pikiran yang kosong dan bersih (yang nantinya akan kukotori juga haha). Mengulang konsep dari awal dari penyampaian gelisah yang tak pernah diberi wadah. Sebuah sisi kaku dari keseharian. Tempat sampah dari ludah verbal yang di aksarakan karena aku takut keabsurdannya tak dapat diterima lawan bicara haha. Semoga aku akan belajar banyak, menelaah apa yang kutuliskan sebagai cermin personal, tempat pembuangan akhir yag akan kudaur ulang sendiri, tetapi tidak menutup orang lain yang juga ingin ikut mendaur ulang. Tak ada aturan yang jelas, tapi etika dimana mana menggunakan standar nurani yang tak jauh berbeda (semoga kami terhindar dekaden), aku yakin setiap orang mempunyai standar itu. 
     Ini adalah hari Rabu sejak dua hari lalu blog ini kubuat, prakata yang tak juga selesai karena anyak tekanan yang membuatku malas menulis. Menghirup nafas dalam, pagi yang sempurna dengan udara dingin dan cahaya yang malu malu untuk memeluk sang gaia. Siapa yang tak merindukan sebuah kesempatan kedua?, sebuah pengulangan yang akan memperbaiki kegagalalan yang mengecewakan. Tapi sebuah awal yang baru sepertinya akan sangat sangat menyegarkan pikirku, sepeti pagi ini yang tak menawarkan banyak hal tetapi selalu ingin ditingali. Aku mensugesti diriku sebagai kertas kosong yang belum tercoret apapun, aku adalah orang yang baru. Barusaja kehilangangan mimpinya (?). 
     Selamat datang, ini adalah dunia yang sama nyatanya ketika kamu berdialog dengan dirimu. Berharap menghasilkan sesuatu, semoga harimu menyenangkan :)

Disebuah pagi yang tak ingin kau lewatkan, Yogyakarta 04 September 2013