Hello there, you know what day is it? yes this is sunday! no, this day is my birthday! twenty years old of suffering ahaaha shit! Oke, dua puluh tahun. Mari kita telaah 20 tahun apa yang saya dapatkan dari waktu yang selalu menawarkan tanda tanya (?) karena memang tidak ada kepastian disini. Realitas dengan segala pilihan dan resiko yang beragam, you choose you live!. Searang aku berkerja di sebuah perusahaan desain grafis yang dulu konon pernah besar, menjalani hari dengan agak membosankan, satu tahun berlalu. Lalu mengapa? apa yang kudustakan dari pekerjaan yang sesuai bidangku desain grafis? Oh man, saya punya mimpi yang saya lipat rapi, saya taruh dibawah bantal saat akan tidur dan dibawah sajadah saat solat. Mimpi yang selalu menagih untuk direalisasi, mimpi yang aku berharap bisa saling menghidupi.
Menjadi mahasiswa yang sangat ingin tau dan illustrator freelance, itu adalah list teratas dari lipatan mimpi, sebelum kesinambungannya menyusul melengkapi hingga yang terakhir mempnyai studio grafis, perpustakaan kecil, tempat berdiskusi bebas dan melihat film gratis. Fuck you reality, don't stare at me and smile like that, i'll kill you soon. Realitas, sahabat lama yang juga selalu bersanding dengan waktu, qodo' dan qodar. Yang mengajarkanku mengerti bagaimana bersikap dan melihat perspektif dunia, yang mengajarkan garis besar dewasa mungkin, aku juga tak pernah begitu mengerti. Untung ada waktu yang selalu memberitahuku kapan aku harus harus bercumbu dengan realitas dan kapan aku harus menari sendiri dalam utopiaku.
Kadang aku merasa tak diberi kesempatan, kesempatan ini anak haram dari waktu dan realitas. Bertindak mengejutkan seperti realitas dan bersifat pasti seperti waktu. Tapi konsep beruntung (memperoleh kesempatan) itu aku juga tak menyebutnya selalu baik. Aku hanya tidak mau hidup dalam hal hal baik yang ku dustakan. Untuk kesempatan aku dapat membudidayakannya sendiri. Hanya tinggal bersahabat dengan ibunya saja (waktu).
Kembali ke 20 tahun hidup, aku mengira mungkin 5 tahun tahun kebelakang adalah proses membentuk diri yang efektif, keluarga, teman, pola pikir, musik, cinta, scene, seni, semuanya membentukku menjadi pribadi yang utuh. Suatu saat, bila titik jenuh menjemput dan aku tak dapat berlari kemanapun. Atau saat realitas membawaku keluar dari area nyamanku saat aku barusaja menemukannya, paling tidak aku sudah berusaha untuk berarti, untuk siapapun, kali ini belum. Aku harus mati meninggalkan sesuatu, sekedar penyekat buku atau persepsi.
Selamat ulang tahun ruh, tubuh. Untuk Allah yang meberiku waktu dan kewarasan, untuk keluarga yang selalu ada, untuk teman teman yang tak pernah mengecewakan, untuk guru yang kompeten, untuk masa depanku yang masih cetak biru dan selalu. TERIMA KASIH! MAAF AKU TERLALU BANYAK MENDUSTAKAN KENIKMATAN. KALIAN HEBAT! :')
 |
| from Lery & Henry pubish comic |