tak lebih dari sekedar nalar

Life Cycle, the 21st

Jumat, 14 November 2014

     Ini adalah kali kedua aku menulis tentang sebuah momen perayaan, pertambahan, pengurangan, penanggalan, pengukuhan, dan entah kegiatan fluktuasi lainnya. Elemen elemen yang dipadukan dalam sebuah toples besar realitas. Aku telah memasuki orbitan yang ke-21, bukan sesuatu yang yang bisa dibanggakan. Tetapi tak pantaslah kudustakan, hidup adalah sebuah kesempatan. Ini benar benar tahun yang penting (seperti yang selalu kukatakan) tahun dimana segala aspek dan elemen di kalkulasi untuk menentukan pengembangan yang lebih signifikan. Singkronisasi dengan laju jaman pikirku, apakah aku masih relevan untuk jaman ini? apakah aku akan tenggelam dalam arus deras ini?. Ini masih tentang kewarasan dan mimpi yang selalu membuatku tetap bertahan. Di jalan yang sama entah sampai aku benar benar babak belur dan pertanggung jawaban yang lebih besar menyeretku pada dunia yang lain. Dunia yang nilai perjuangannya hanya untuk bisa makan esok hari, bukan apa yang bisa kuberikan esok hari. Idealisme, ideologi, prinsip, bukan lagi modal. Jika kau harus mengikuti permainan orang, kau dibeli. Aku kadang ketakutan. Tentang ketetapan dan relevansi. Takdir yang telah ditetapkan, aku berada dalam persimpangan. Apa kau harus mengalir saja tanpa harus mengusahakan apapun karena semua orang naik perahunya masing masing, dengan auto pilot yang membawanya ke entah berantah. Yang perlu dilakukan hanya menjaring ikan dan menyapa orang yang bersimpangan. Menolong orang yang digariskan untuk bertabrakan. Seberapa besar kapan sudah ditentukan, isi kapal sudah di tentukan tinggal di eksplorasi(?). Aku harus mencari sumber yang lebih nyata dari opera sabun dalam kepala ini. Ah, kadang pasrah itu terasa seperti menyerah, mungkin belum waktunya. Exhale, i might be mad.

     Aku merasa seperti ada kemunduran, atau aku sedang dalam rotasi roda yang menumpu beban kereta. Bagian yang mencumbu tanah, aku percaya dengan proses ini. Semua berjalan, aku harus merasakan berbagai macam sisi hidup.

(Setelah tulisan ini menjadi draft 2 hari, akupun menemukan sebuah pencerahan dari web humor terkini 9gag)


Untuk hari hari ini aku hanya ingin merasa hidup, masalah pencapaian dan bla bla bla aku sedang malas. Aku akan meneliti hal sepele yang mungkin terlewat. Mengapa aku selalu tergesa gesa. Takut akan masa depan, dan siapa yang akan menangkapku saat ku jatuh. Planingku untuk esok hari hanya untuk hidup dan memastikan kejuatan apa dari Tuhan hari itu :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar