tak lebih dari sekedar nalar

Berharap Waktu Berhenti Berputar

Senin, 02 Februari 2015

Kuterbawa suasana Nikmati gerak bibirmu cerita Larut dalam gelak-tawa Berharap waktu berhenti berputar Beberapa jam saja, semoga

      Bait lirik terakhir dari lagu Morfem tersebut menjadi doa yang dipanjatkan, tak hanya olehku. Pun untuk banyak orang berharap hal yang sama. Pada momen yang ingin mereka kristalkan. Monumen megah yang dibangun dengan neuron. Tapi karena pada dasarnya juga waktu adalah sebuah hal yang mutlak, yang paling nyata. Maka utopia waktu yang freeze itu kita ganti dengan orbit. Bulan dan matahari, poros dan satelit. Ya, kita adalah sebuah orbit. Yang menungu waktu adar berpapasan. Dan dalam prosesnya kita banyak menggunakan lubang cacing sebagai siasat. Ampuni kami.
      Dasar dari kata pengharapan juga menjadi alasanku untuk hidup di keesokan harinya. Untuk melihat kejutan yang akan datang pikirku. Aku harus hidup esok hari. Untuk momen momen yang akan kita kristalkan.

Salam, dariku yang tak dapat menawarkan apapun selain penghargaan atas hidup.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar