tak lebih dari sekedar nalar

Pementasan Alam Baroque nan Reflektif

Selasa, 16 Juni 2015

     Berbagai macam hal yang berbau psychedelic sedang kugali dengan intens belakangan ini, berbau spiritual dan artistik. Mulai musik, gambar, hingga psilocybe. Tulisan ini akan menceritakan trip terakhir yang kualami. Badai terkuat yang melanda kemapanan berpikir dalam struktur otak. Tepatnya seminggu kemarin setelah dikecewakan oleh "sihir" dari Jakarta yang berbentuk crispy, kami diberi info oleh salah satu teman kami yang memiliki sihir dari gajah dalam bentuk jus. Satu botol minuman tanggung membuat warga sekampung geger karena 3 dari 9 orang pulang dalam keadaan lost control. Berteriak dan melepas pakaiannya haha. Dalam posisi ini nawaitu dan kewarasan harus on track. Cukup menantang bagiku dan akhirnya dibelilah botol jus terakhir sihir gajah tersebut.
     Hari-H, pukul 10 kami meluncur ke arah selatan kota untuk eksekusi, terakhir kejadian di luar ruangan kami mengalami bad trip yang memalukan. Membeli air degan kemasan untuk menetralisir, sebenarnya efeknya akan bagus ketika perut lapar. Tetapi untuk yang satu ini aku beri pengecualian, sihir Gajah berbeda dengan sihir Sapi. Dalam test drive aku harus se aman mungkin. Makanan urban Indonesia pun disantap, Indomie. Untuk memberi fondasi dalam lambung, aku tak mau begitu kenyang. Salah satu teman kami yang penasaran untuk mencoba, sebenarnya aku tak menyetujuinya sebelum dia punya ilmu yang cukup untuk mengetahui apa yang akan di alami. Tetapi 2 orang yang berjaga sepertinya cukup baik untuk situasi ini.
     Dituang seperempat gelas lalu diputar secara bergilir, lupa membeli soda membuat rasa jus ini mengerikan. Tetapi aku tak memperdulikan itu, ini masalah result. Setengah jam berlalu, indikator pertama dalah tengkuk yang menjadi berat, lalu sedikit menggigil. Jam berlalu kami semakin dikuasai, dada serasa berongga. Bagi yang merasa lapar, menahan buang air besar akan terasa mengerikan. Pada sihir Gajah ini yang terasa dominan adalah impact di badan, bukan vision. Badan terasa sangat lemas dan perasaan terasa campur aduk. Aku tak melihat banyak distorsi pada penglihatan, tetapi pikiran dan perasaanku berkecamuk seperti tsunami!
     Musik yang seharusnya terdengar megah tak kuhiraukan, Trentmoler, Pink Floyd berlalu tak se catchy biasanya. Aku tenggelam dalam kecamuk pikirku sendiri. Aku duduk di sudut ruangan, sedikit nausea, efeknya mulai bekerja. Kukira ini sudah mencapai puncaknya.. karena aku sudah hilang dari dunia, aku benar benar masuk dalam alam yang sangat luas. Seperti Dalam bar Eropa yang menjual wine mahal, lampu yang remang dan interior batu bata expose yang cantik. Namum bergerak melingkar, aku tak tau harus menjabarkannya seperti apa karena elemennya terlalu banyak. Kata kata dari dalam diriku mencuat,
"Apa yang tak dapat dilakukan oleh manusia, tak ada yang mustahil"
Kala itu aku melihat dimensi yang tak terbatas, gelap. Tak seperti biasanya. Aura dalam trip ini berisi elemen elemen yang lebih berat dari sebelumnya.
Aku memasuki alam Keraton sekarang, pusaka pusaka dan arsitektur yang sangat detail. Aku merasa sangat terharu diperbolehkan masuk ke dalam alam keraton yang megah. Keindahan dalam detail detail yang extrim. Aku tak pernah terbayang hal hal macam itu, dan ini cukup mengagetkanku bagaimana detail detail pusaka dan dekorasi itu dapat terbayang. Apakah aku akan kemari lagi, pikiranku menuai pertanyaan. Efek semakin keras, ternyata ini belum puncaknya!
     Pukul 1 malam, aku masih terduduk di kursi. Mulai merasa takut sampai kapan ini akan menanjak. Karena rasanya badanku mulai melemah. Stimulasi ini sungguh terlalu kuat. Vision dalam kepalaku berganti kecamuk, aku ketakutan. Permasalahan dalam kehidupan sehari hari mencuat keatas. Aku merasa ingin mengakhirinya. Aku berjalan menuju meja, menenggak air kelapa kemasan yang terasa seperti hampa. Kembaliku duduk di kursi dengan pikiran yang kacau, perutku terasa sangat panas.
Kata kata yang selanjutnya muncul sungguh diluar dugaan...
"Aku menciptakan alam ini tidak lain agar kau tau jika Aku dapat melakukan apapun. Ilmu yang kau punya hanya sekecil kuku kelingking. Kau boleh datang kemari sekali tapi bukan untuk rekreasimu. Tapi untuk mensyukuri nikmat Ku. Bahwa tak ada yang mustahil bagiKu"
 Aku terdiam begitu lama, pikiranku sudah cemerlang. Hanya badan yang masih terasa distorsi. Teman teman yang lain dalam posisi yang sama sepertiku. Kecuali 2 orang yang nawaitunya naggung. Satu orang menggigil dan satunya lagi kebingungan apa yang terjadi pada dirinya. Dalam posisi ini mereka harus diingatkan posisinya. Jika mengalami disorientasi berkepanjangan akan menjadi bad trip yang mengerikan, atau direnggut kesadarannya.

     Statistik dalam trip ini seperti segitiga yang ujungnya tak nampak. Aku tak tau dimana ujungnya karena terasa menanjak terus. Tidak seperti Sapi yang halus. Ini terasa begitu cepat. Elemen yang mencul juga gelap, tidak ada vision geometris yang intens. Distorsi banyak terjadi di tubuh dan perasaan. Terkesan seperti dibuai di awal, lalu di ancam pisau di akhirnya. But at all, ini pengalaman yang menabjubkan. Refleksi yang sesungguhnya. Untuk 2 orang yang menjaga kami saat tak berada di tempat dan sangat merepotkan. Thankyou

Tidak ada komentar:

Posting Komentar