Hari menjelang larut, cuaca memang sedang bagus dengan bintang yang berserakan di sana sini. Kami memutuskan untuk mengarungi malam dengan sepeda. Ya, kami berdua. Sepasang mahluk apa adanya, membeberkan cerita yang mengkristal bersama udara dan ingatan yang bersemayam di labirin otak. Aku hanya ingin semua yang berjalan adalah hal yang apa adanya, jika tidak ya tidak dan segala aling aling tidaklah lebih dari udara yang semakin dingin ini. Kami tertawa, apa adanya saja. Semua dilepaskan dengan ringan, seperti bagaimana ringannya mengayuh sepeda di aspal yang begitu datar dan rata. Aliran sungai yang seharusnya, angin yang apa adanya.
Aku selalu membayangkan di era yang super konsumtif dan manipulatif ini bertemu dengan seseorang yang benar benar apa adanya, orang yang bisa menghargai betapa mahalnya nilai dari "simple" itu sendiri. Nilai dari sebuah panjatan pohon di taman, nilai dari matahari terbenam dan musik yang menyenangkan. Menertawakan hal kecil yang dilewatkan, tak peduli bagaimana televisi mematok mindset apa itu sukses dan seperti apa kita harus terlihat. Karena kita adalah manusia yang memegang prinsip masing masing, tetap bertahan dengan ciri khas yang yang mereka temukan sendiri. Pegkristalan persepsi, dan aku berharap orang orang menemukan arti dari kehidupan dari apa yang mereka punya. Bergandeng tangan, saling merasakan bagaimana detak jantung masing masing saling berpacu mengadu top speed. Dan dopamine yang diproduksi dua kali lebih banyak bercampur adrenaline adalah drugs alami dari sebuah kesimple-an yang natural dan apa adanya. Anugrah yang memang seharusnya, seperti aliran air dan laju angin.
Aku selalu membayangkan di era yang super konsumtif dan manipulatif ini bertemu dengan seseorang yang benar benar apa adanya, orang yang bisa menghargai betapa mahalnya nilai dari "simple" itu sendiri. Nilai dari sebuah panjatan pohon di taman, nilai dari matahari terbenam dan musik yang menyenangkan. Menertawakan hal kecil yang dilewatkan, tak peduli bagaimana televisi mematok mindset apa itu sukses dan seperti apa kita harus terlihat. Karena kita adalah manusia yang memegang prinsip masing masing, tetap bertahan dengan ciri khas yang yang mereka temukan sendiri. Pegkristalan persepsi, dan aku berharap orang orang menemukan arti dari kehidupan dari apa yang mereka punya. Bergandeng tangan, saling merasakan bagaimana detak jantung masing masing saling berpacu mengadu top speed. Dan dopamine yang diproduksi dua kali lebih banyak bercampur adrenaline adalah drugs alami dari sebuah kesimple-an yang natural dan apa adanya. Anugrah yang memang seharusnya, seperti aliran air dan laju angin.
Suatu saat kau yang akan duduk di sampingku, dan menggenggam tanganku, bisa menghargai karunia yang banyak didustakan ini. Nilai simple dan alami yang tak memerlukan nilai konsumsi sama sekali. Langit, udara, mata, bibir, dedaunan, matahari, dan waktu akan menghancurkan sebuah real estate, menghancurkan persepsi yang basi, kesempurnaan dari sesuatu yang kecil.
Kami memutuskan untuk membeli susu dan betukar cerita, hingga akhirnya waktu mengatarkanku menuju jalan pulang dan memutuskan berpisah. Tenang saja, aku bukan pengharap yang baik. Untuk masalah aku suka padamu itu urusanku, dan kau suka padaku atau tidak itu urusanmu (pidi baiq). Tapi untuk yang akan duduk dan berpegang tangan denganku esok, yang akan adu top speed heart beat dan dopamine. Hargailah kekosongan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar