tak lebih dari sekedar nalar

Prakata, tabula rasa

Selasa, 03 September 2013




      Selamat pagi semesta, blog baru untuk sebuah awal yang baru. Blog ini ibarat sebuah tabula rasa, pikiran yang kosong dan bersih (yang nantinya akan kukotori juga haha). Mengulang konsep dari awal dari penyampaian gelisah yang tak pernah diberi wadah. Sebuah sisi kaku dari keseharian. Tempat sampah dari ludah verbal yang di aksarakan karena aku takut keabsurdannya tak dapat diterima lawan bicara haha. Semoga aku akan belajar banyak, menelaah apa yang kutuliskan sebagai cermin personal, tempat pembuangan akhir yag akan kudaur ulang sendiri, tetapi tidak menutup orang lain yang juga ingin ikut mendaur ulang. Tak ada aturan yang jelas, tapi etika dimana mana menggunakan standar nurani yang tak jauh berbeda (semoga kami terhindar dekaden), aku yakin setiap orang mempunyai standar itu. 
     Ini adalah hari Rabu sejak dua hari lalu blog ini kubuat, prakata yang tak juga selesai karena anyak tekanan yang membuatku malas menulis. Menghirup nafas dalam, pagi yang sempurna dengan udara dingin dan cahaya yang malu malu untuk memeluk sang gaia. Siapa yang tak merindukan sebuah kesempatan kedua?, sebuah pengulangan yang akan memperbaiki kegagalalan yang mengecewakan. Tapi sebuah awal yang baru sepertinya akan sangat sangat menyegarkan pikirku, sepeti pagi ini yang tak menawarkan banyak hal tetapi selalu ingin ditingali. Aku mensugesti diriku sebagai kertas kosong yang belum tercoret apapun, aku adalah orang yang baru. Barusaja kehilangangan mimpinya (?). 
     Selamat datang, ini adalah dunia yang sama nyatanya ketika kamu berdialog dengan dirimu. Berharap menghasilkan sesuatu, semoga harimu menyenangkan :)

Disebuah pagi yang tak ingin kau lewatkan, Yogyakarta 04 September 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar