Tahun baru, banyak orang yang membicarakan resolusi dan bla bla bla dan saya disini masih menerawang dengan berbagai pertanyaan yang masih menggantung. Melayang bersama gelembung dan melihat betapa kecilnya kemungkinan dari atas sini. Ah sudahlah, saatnya membicarakan apa yang sudah saya perbuat di tahun 2013 lalu. Ya ya, tahun yang berat dan menyenangkan, saya bekerja selama satu tahun dengan berbagai dinamikanya, digenapkan menjadi dua puluh tahun, menyadi banyak hal yang berhubungan dengan spiritual, punya band. Emm, teman teman yang selalu kompak dan menyenangkan, keselarasan yang akan saya jaga agar tetap seperti itu saya harap tak akan berubah :)
Dan tentunya kisah cinta yang tak kunjung jelas hahaha, polemik juga mengenai rasa takut saya yang tak kunjung menghilang, galau ini sudah berubah menjadi attitude (damnnn!) hahaha.
Pagi ini hari minggu, cukup sejuk karena hujan yang mengguyur dan berhenti meninggalkan bercak basah. Terbangun karena lagu Vierra yang terlalu keras dari televisi butut di kamar, damn! padahal dalam mimpi saya sedang bercakap cakap dengan wanita asing dengan senyum kecil yang mengajak saya berkisah tentang banyak hal. Dia dengan rambut lurus terikat digulung dengan kaus tanpa jaket membalut, warnaya hitam kalau tidak salah, memegang es teh di malam yang cukup dingin. Kami berdekatan, tertawa kecil merasa seperti atom yang sengaja dipertemukan untuk membentuk sebuah organ dalam semesta. Mungkin ini cara Tuhan meningkatkan kadar Dopamine agar keesokan harinya saya merasa bahagia walau alasannya hanya karena mimpi, tentang mengingatkan bagaimana rasa jatuh cinta, seperti saat saya jatuh cinta lima kali dalam sehari, jatuh cinta pada orang asing di bis kota, jatuh cinta pada orang asing berkaca mata di perpustakaan, dan semua berlalu tanpa tau siapa aku (evo mana evooo).
Lagu Vierra menyusup semakin keras menggedor membran telinga, kesadaran saya mulai membaik disisakan ingatan tentang mimpi tadi. Lumayan menyebalkan, tapi saya tak bisa hidup dengan kebohongan ini, saya harus tabah menghadapi konspirasi hati dan kekejaman HAARP (Heart Ache Are Rape Me, mah ngopo thoo). And finally, ini adalah tahun baru yang kedua saya lewati bersama teman teman scene, berbeda pada masa sekolah dulu yang selalu sekelas. Tapi tanpa mengurangi kekhidmatan, malam itu cukup syahdu degan kentang goreng, sosis, dan arang yang terkikis. Tak ada kembang api yang berarti, alun alun utara yang ramai sedang berkabung karena ada keluarga keraton yang meninggal.
Film dokumenter gigs kami yang terakhir menjadi penutup, arangpun sudah mulai padam. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga pagi, beberapa teman sudah pulang duluan. Merapikan tikar dan menyapu, seiring ingatan tahun lalu yang ikut tergerus. Aku percaya kita akan menjadi seseorang yang berarti esok, untuk siapapun, dalam semesta, dan semesta itu bukan yang ada diluar sana. Semesta ada dalam diri kita masing masing, dalam milyaran sel yang menyimpan ingatan dan tak pernah penuh. Bertambahlah, jangan jadi orang lain :)
Salam,
![]() |
| Dara, Biwa, Rio, Nana, Opang, Harun, Rara, Desi, Rahmat, Dean, Bima |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar